BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama BPJS Kesehatan dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama Semester I Tahun 2025.
Kegiatan ini dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Agus Suharto, Ketua Komisi C DPRD Seruyan dan Kepala Perangkat Daerah terkait
Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas evaluasi dan peningkatan kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Agus Suharto menekankan pentingnya sinergi antar instansi untuk terus mendorong pemerataan layanan kesehatan hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Untuk itu, perlu adanya peningkatan fasilitas dan pemerataan alat kesehatan serta penguatan edukasi dan sosialisasi BPJS Kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Masyarakat yang sehat adalah kunci percepatan pembangunan daerah. Untuk itu, edukasi dan pemerataan layanan kesehatan harus terus ditingkatkan,” katanya, Rabu, 28 Mei 2025.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit, Iwan Kurnia, menyampaikan bahwa Kabupaten Seruyan saat ini masih menyandang predikat UHC Prioritas dengan cakupan kepesertaan mencapai lebih dari 98 persen.
Namun demikian, tantangan terkait keaktifan peserta yang berada pada angka 79 persen menjadi perhatian bersama.
Iwan menekankan pentingnya upaya reaktivasi peserta nonaktif dan memastikan cakupan JKN dapat terus diperluas dan dipertahankan secara optimal.
Forum ini juga menjadi wadah dialog antar instansi, sehingga masukan diharapkan menjadi bahan perbaikan berkelanjutan demi pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas di Kabupaten Seruyan. (FAHRUL/H)









