SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun menyuarakan keresahan masyarakat terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum menyentuh wilayah pelosok di daerah tersebut. Ia mendesak pemerintah daerah agar segera menyampaikan kendala teknis pelaksanaan program ini kepada pemerintah pusat.

“Kami melihat program ini justru merugikan siswa di pedalaman. Mereka bertanya kapan bisa menikmati, kok hanya di kota saja? Ini harus disampaikan ke pemerintah pusat karena juknis yang ada menyulitkan implementasi di lapangan,” kata Rimbun, Kamis, 29 Mei 2025.

Menurut Rimbun, dalam petunjuk teknis (juknis) disebutkan bahwa program MBG harus dilaksanakan melalui vendor penyedia dapur umum dengan kapasitas pelayanan maksimal 3.000–3.500 siswa. Jangkauan pengiriman makanan diatur maksimal hanya dalam radius 6 kilometer atau 30 menit waktu tempuh.

“Misalnya di Kecamatan Kota Besi, makanan dari dapur umum diantar ke Desa Palangan dan sekitarnya. Ini sulit, karena tidak semua desa bisa dijangkau dalam batas waktu tersebut. Membangun dapur umum di setiap desa tidak mungkin, karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Kondisi ini dikhawatirkan murid di wilayah pedalaman tidak bisa merasakan manfaat program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut, bahkan hingga 5 tahun ke depan karena luasnya Kotim dengan medan yang mana beberapa wilayah sulit ditempuh.

“Jangan sampai nanti di Jawa sudah semua menikmati, tapi kita di Kotim sampai lima tahun ke depan belum merata, lalu presiden berganti dan aturannya berubah lagi. Kasihan murid kita,” tuturnya.

Dirinya mengusulkan agar pemerintah pusat membuka opsi lain untuk pelaksanaan program MBG di daerah terpencil. Seperti bantuan dalam bentuk uang tunai, kerja sama dengan sekolah-sekolah lokal, atau teknis distribusi alternatif yang lebih fleksibel.

“Pemerintah Kabupaten Kotim harus aktif menyuarakan kondisi di lapangan agar pemerintah pusat bisa menyesuaikan kebijakan. Sehingga seluruh siswa di Kotim, baik di kota maupun desa terpencil, bisa merasakan manfaat dari program MBG ini,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)