BORNEONEWS, Palangka Raya - Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprediksi musim kemarau di Kalimantan Tengah (Kalteng) akan dimulai pada pertengahan Juni hingga pertengahan Juli 2025.
Prakirawan cuaca, Ika P menjelaskan bahwa bulan Mei masih berada dalam masa peralihan, Ia menjelaskan bahwa prediksi ini didasarkan pada analisis data iklim dan cuaca terkini.
Ia menambahkan bahwa prediksi ini masih bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca.
"Untuk sifat kemarau 2025 ini kemarau normal, bukan kemarau basah," tegas Ika P. Jumat, 30 Mei 2025.
Hal ini berarti bahwa musim kemarau yang akan datang diprediksi akan berlangsung normal, tidak terlalu kering maupun terlalu basah. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Meskipun diprediksi kemarau normal, masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Musim kemarau yang panjang dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terkini yang dikeluarkan oleh BMKG.
Informasi cuaca yang akurat dan tepat waktu sangat penting untuk membantu masyarakat dalam merencanakan aktivitas sehari-hari dan mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
Dengan prediksi musim kemarau yang akan segera tiba, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi perubahan kondisi cuaca.
"Persiapan ini penting untuk mengurangi dampak negatif dari musim kemarau, seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya. (PATHUR/R)









