BORNEONEWS, Palangka Raya - Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan atau ITSNUKA mengadakan kunjungan industri ke Wilmar Group di Kabupaten Kotawaringin Timur baru-baru ini. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan dan penelitian.
Rombongan akademisi ITSNUKA terdiri dari dosen Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknik Komputer serta Wakil Rektor III, Dr. Mukhlas Roziqin. Kunjungan ini mendapatkan sambutan hangat dari jajaran pimpinan Wilmar Group, termasuk GM Wilmar, Rafizuddin.
Dalam pertemuan tersebut, pihak ITSNUKA dan Wilmar Group membahas potensi kerja sama yang lebih intensif di bidang pendidikan tinggi dan riset. Rafizuddin menegaskan komitmen Wilmar untuk terus menjadi yang terbaik dalam sektor industri perkebunan dan pengolahan.
Sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, Wilmar Group melalui Wiwid memberikan donasi berupa dua unit laptop kepada ITSNUKA.
"Laptop tersebut akan digunakan untuk mendukung pembelajaran di Laboratorium Desain ITSNUKA, memperkuat fasilitas akademik bagi para mahasiswa," kata Plt Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama ITSNUKA, Dorothea Sthallhani Jasi kepada Borneonews pada Jumat, 30 Mei 2025.
Dalam rangkaian kegiatan, rombongan ITSNUKA berkesempatan meninjau Tissue Culture Laboratory Wilmar, laboratorium terbesar dan terbaik dalam jaringan perkebunan Wilmar. Fasilitas ini berfungsi melakukan kloning bibit unggul untuk mendukung proses replanting di perkebunan kelapa sawit.
Selain itu, para dosen turut mengunjungi pabrik Crude Palm Oil (CPO) yang dilengkapi dengan pembangkit listrik berbasis metana (methane capture power plant). Teknologi ini memungkinkan Wilmar untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi kantor, pabrik, hingga perumahan karyawan, sekaligus mengedepankan efisiensi energi.
Wilmar Group juga memperkenalkan laboratorium tanah yang telah terakreditasi, menjadikannya salah satu yang terbaik dalam wilayah operasional perusahaan. Laboratorium ini berperan penting dalam menjaga kualitas tanah serta mendukung keberlanjutan industri perkebunan.
Wakil Rektor III, Roziqin menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat berlanjut, khususnya dalam pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi.
"Sinergi antara ITSNUKA dan Wilmar diharapkan semakin memperkuat integrasi antara dunia akademik dan kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah," ungkapnya.
Kunjungan industri ini, lanjut dia, bukanlah akhir dari kolaborasi melainkan awal dari kemitraan yang lebih erat. ITSNUKA berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus berlangsung guna memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dan memperkuat relevansi akademik dengan dunia industri. (TESTI PRISCILLA/j)









