SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Proyek rekonstruksi Jalan Lingkar Selatan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus dikebut dan ditargetkan rampung pada Oktober 2025. Pengerjaan jalan strategis ini telah dimulai sejak dua minggu lalu dan saat ini progres pengecoran sudah mencapai sekitar 20 persen.

Kusaini selaku kepala kerja rekonstruksi Jalan Lingkar Selatan Sampit menyampaikan, hingga akhir Mei 2025 telah dilakukan pengecoran sepanjang 330 meter dari total 1,7 kilometer jalan yang akan diperbaiki.

“Sekarang sekitar 330 meter sudah dicor. Itu kira-kira 20 persen dari total panjang jalan 1,7 kilometer. Target kami selesai di bulan September atau Oktober 2025, walaupun dalam kontrak itu selesai sampai November,” ujar Kusaini, Jumat, 30 Mei 2025.

Ia menyebut, hanya 1 kilometer dari total panjang Jalan Lingkar Selatan yang akan diaspal nantinya.

Lebih lanjut, pengerjaan jalan tidak menyebabkan gangguan lalu lintas yang signifikan. Kusaini menjelaskan, sistem pengerjaan dilakukan secara perspot atau per segmen, sehingga kendaraan tetap bisa melintas melalui jalur di samping titik pengerjaan secara bergantian.

“Sistem kerja kami bikin per spot. Jadi kendaraan masih bisa lewat bergantian lewat samping, tidak terlalu terganggu,” katanya.

Selama proses pengerjaan, tidak ada kendala berarti di lapangan. Cuaca pun cukup mendukung, dan tim pelaksana selalu menyesuaikan jadwal kerja jika terjadi hujan.

“Kalau hujan kita berhenti dulu dan tunggu reda, baru kerja lagi. Sejauh ini aman, tidak ada kendala besar,” ungkapnya.

Sebanyak 25 tenaga kerja dikerahkan khusus untuk bagian pengecoran dan perakitan besi. Jalan yang dibangun ini merupakan jalan kelas tonase berat, sehingga kualitas konstruksi menggunakan beton cor untuk mendukung beban kendaraan besar yang melintas di kawasan tersebut.

Adapun, Jalan Lingkar Selatan Sampit memiliki fungsi vital dalam distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Sebagai jalur kendaraan berat, jalan ini diharapkan mampu memperlancar arus barang dan jasa di wilayah Kotim serta mengurangi beban lalu lintas di pusat kota.

Dalam papan kontrak kegiatan tertera Jalan Lingkar Selatan Sampit menelan anggaran Rp 28.127.200.000 bersumber dari PAD Provinsi Kalimantan Tengah. Proyek tersebut dilaksanakan mulai 10 Maret 2025 hingga 4 November 2025. Dilanjutkan masa pemeliharaan 4 November 2025 hingga 2 Mei 2026. (DEWI PATMALASARI/j)