KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Wisata susur sungai Seruyan merupakan salah satu potensi pariwisata yang belum  dilirik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah desa  di  wilayah Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.

Padahal, aktivitas ini berpotensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Hairudin salah satu warga Kuala Pembuang mengatakan, selama ini warga banyak menggunakan jasa sewa klotok di Desa Sungai Undang, untuk sekedar menikmati keindahan sungai Seruyan

“Biasanya pada saat libur lebaran kami mencari penyewaan klotok, untuk satu kali perjalanan susur sungai hingga ke Jembatan Ir Soekarno, sewanya berkisar  antara Rp. 250 hingga Rp 300 ribu per perahu,“ tuturnya, Jumat, 30 Mei 2025.

Dikatakan, susur sungai Seruyan di wilayah Kuala Pembuang dapat dimulai dari bagian hilir, tepatnya Desa Sungai Undang.

Perjalanan menyusuri sungai ini akan membawa wisatawan melihat pemukiman warga yang hidup di bantaran sungai, termasuk aktivitas para nelayan yang mencari ikan dengan sampan kecil.

Dengan menggunakan perahu kecil atau klotok, dapat menikmati perjalanan melintasi kawasan Jembatan Ir. Soekarno Kuala Pembuang yang membentang megah di atas Sungai Seruyan.

Pemandangan ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama saat senja ketika matahari terbenam menciptakan refleksi indah di permukaan air.

Setelah puas menikmati aktivitas masyarakat di bantaran sungai, perjalanan berlanjut dengan menyusuri sisi seberang sungai Seruyan.

 Kawasan ini masih dipenuhi pepohonan hijau yang asri serta sering dijumpai nelayan yang sedang memancing di atas sampan kecil, menciptakan suasana alami yang menenangkan.

“Wisata ini sebenarnya sudah diminati oleh masyarakat, terutama pada hari-hari tertentu. Banyak warga yang ingin menikmati keindahan alam Sungai Seruyan memilih menyewa perahu masyarakat untuk sekadar melepas penat, “ Imbuhnya.

Sebagai warga, mereka berharap ada perahu khusus ke depannya untuk wisata susur sungai, seperti di Kabupaten tetangga, Sampit, yang telah menyediakan klotok-klotok khusus untuk wisata. (FAHRUL/j)