SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sebelumnya berjualan di Swalayan UMKM, kini dipindahkan ke lokasi alternatif di Eks Mentaya sejak 1 Mei lalu 2025. Para pedagang berharap dapat kembali ke lokasi semula karena kondisi di Eks Mentaya dinilai kurang memadai.

 “Harapan kami ke depannya itu menjadi lebih baik lagi dan kami yang tadinya pindah ke eks Mentaya itu bisa masuk lagi ke swalayan UMKM," kata salah satu pelaku UMKM Sampit, Esa, Jumat, 30 Mei 2025.

Ia mengungkapkan alasan dipindahkannya mereka   lantaran pasar Eks Mentaya sepi salah satunya Pujasera. Sehingga mereka dipindahkan agar dapat menarik pengunjung.

Ia mengungkap meski telah dipindahkan sejak awal bulan lalu, mereka belum berjualan. Ini karena  Eks Mentaya dinilai kurang memadai, mulai dari kenyaman  hingga keamanan. Menurutnya berbeda dengan Swalayan UMKM, mereka merasa nyaman dan aman karena swalayan tersebut dikelola dengan baik. 

"Di Swalayan UMKM, kami merasa nyaman berjualan dan barang-barang kami aman.  Di Eks Mentaya, kurang memadai, kalau hujan kami kehujanan terus kurang aman juga," terangnya. 

Selain itu, di Swalayan UMKM juga dinilai lebih ramai terutama saat ada kegiatan dari instansi. Pasalnya tidak jarang instansi di Kotim menggelar kegiatan di swalayan tersebut. 

“Instansi sering mengadakan acara di situ karena biaya tidak mahal, terus konsumsi bisa diambil dari UMKM juga dengan harga terjangkau," imbuhnya. 

Para pedagang berharap pemerintah dapat meningkatkan fasilitas di Eks Mentaya, seperti menambahkan meja, kursi, dan pendingin ruangan.  “Karena kalau siang panas, sirkulasi udaranya kurang baik, jadi panas," pungkasnya. (DEVIANA/j)