BORNEONEWS, Sampit – Banjirnya ayam dari Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi sorotan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kotim, Johny Tangkere mengungkapkan kekhawatirannya atas dampak negatif yang ditimbulkan terhadap peternak ayam lokal.
"Kalau kelebihan suplai dari luar dibiarkan masuk terus, yang mati peternak kita," ujar Johny Tangkere, Jumat, 30 Mei 2025.
Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam mengelola pasokan ayam. Menurutnya, Dinas Pertanian harus benar-benar mempersiapkan kebutuhan ayam potong di Kotim.
"Harus dihitung dengan benar, kalau kurang baru minta pasokan dari luar," tambahnya.
--page
Tidak hanya itu, Johny juga menyoroti masalah stabilisasi harga dan perlindungan pedagang resmi di pasar tradisional. Menurutnya, dengan pasokan ayam yang berlimpah membuat pedagang ayam di luar pasar menjamur.
"Kita tidak melarang orang berdagang, tapi silakan di lokasi yang ditetapkan. Ini soal ketertiban dan keadilan," tegasnya.
Sementara untuk harga daging ayam potong di salah satu pasar di Kota Sampit Rp 35 ribu. Harga tersebut naik dari hari sebelumnya yaitu Rp32 ribu. Kenaikan harga tersebut biasa terjadi menjelang hari besar seperti Idul Adha. (DEVIANA/Y)









