BORNEONEWS, Lamandau - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Lamandau, memberikan pelatihan menjahit khusus bagi para pencari kerja. Itu bagian dari tekad Pemerintah kabupaten Lamandau melakukan berbagai upaya untuk terus mengurangi angka pengangguran.

Hal tersebut seperti terlihat di salahsatu ruangan Kantor Dinsosnakertrans Lamandau, Senin (17/10/2016). Belasan orang pencari kerja baik pria maupun wanita dengan berbagai latar belakang pendidikan, serius mengkiti pelatihan menjahit yang diadakan. Para peserta diharapkan mampu menguasai baik teori maupun  praktek menjahit dalam waktu yang singkat. Sehingga, pasca pelatihan, peserta dapat menguasai dan mengaplikasikan ilmu yang diajarkan.

Karenanya, tidak heran jika pelatihan menjahit yang diagendakan berlangsung hampir selama 1 bulan, tepatnya mulai 13 Oktober sampai 8 November 2016, berlangsung serius.

Kadis Dinsosnakertrans Lamandau, Yuano, mengungkapkan pelatihan menjahit memang salah satu program yang dicanangkan. Hal tersebut dianggap erobosan dalam mencarikan solusi lain bagi para pencari kerja di Lamandau.

"Dengan pelatihan-pelatihan seperti ini, jangka panjangnya, kita bahkan berharap bahwa kedepan kita mencetak sumber daya manusia yang andal yang orientasinya tidak sebatas menjadi pekerja, tetapi juga membuka peluang kerja bagi yang lainnya," kata dia.

Terlebih, berbagai bentuk bantuan baik modal maupun alat usaha, dipastikan akan kian mudah didapat, sehingga tinggal yang diperlukan hanyalah penguatan SDM. Misalnya saja di tahun ini sudah dapat dipastikan, pemkab akan ada bantuan beberapa unit mesin jahit yaang diperuntukkan bagi masyarakat.

"Selain pelatihan menjahit ini, kita bahkan akan mengadakan pelatihan bentuk lain, misalnya seperti yang sudah diagendakan dalam waktu dekat adalah pelatihan otomotif," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Borneonews, belasan peserta nampak cukup serius mengikuti pelaithan menjahit tersebut.

Terlebih, untuk membimbing para peserta pelatihan yang terdiri dari kaum laki-laki dan perempuan tersebut, pihak Dinas juga secara langsung mendatangkan Designer yang cukup terkenal di Lamandau, seperti halnya Ibu Umi, yang selama ini terkenal cukup berpengalaman dan piawai dalam keahliannya membuat karya jahit.

Kala itu, Umi juga tampak memberikan materi sekaligus tantangan agar para peserta mempraktekkan langsung membuat pakaian meskipun dalam bentuk miniatur. Mulai dari pola menggambar (mendesign), trik mengukur kain, trik memotong kain dan sebagainya.

"Pelatihannya tentu bertahap, muali dari teknik dasar hingga nantinya teknik finishing. Hal yang sederhana tapi penting juga kita sampaikan, misalnya saja, penjahit jangan sembarangan untuk memotong kain, harus dipastikan dulu kainnya itu jenis apa dan jangan sampai motif berharga yang justri ada pada kain terpotong dan merusak motif," singkatnya. (HENDI NURFALAH/N).