SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap maraknya kendaraan Over Dimensi Over Load (ODOL) yang melintas di dalam kota. Truk-truk raksasa bermuatan berlebih terus merusak infrastruktur jalan, khususnya di ruas-ruas jalan utama seperti Jalan Tjilik Riwut dan Jalan Jenderal Sudirman.

Ketua DPRD Kotim, Rimbun, menyoroti kondisi jalan yang baru diperbaiki namun kembali rusak akibat beban kendaraan yang melebihi kapasitas. Permukaan jalan bergelombang dan berlubang, sehingga membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.

“Jangan sampai anggaran terus habis hanya untuk tambal sulam jalan. Kami minta pengusaha angkutan di sektor sawit, tambang, dan lainnya untuk taat aturan,” kata Rimbun, Sabtu, 31 Mei 2025.

Untuk mengatasi masalah ini, Rimbun mengusulkan agar Pemkab Kotim segera membangun jembatan timbang dan membentuk tim gabungan yang melibatkan Dinas Perhubungan, kepolisian, serta dinas teknis terkait. Penegakan aturan dinilai harus dilakukan secara tegas dan konsisten.

“Kalau dibiarkan, jalan kita tidak akan pernah awet. Penegakan aturan harus tegas, bukan hanya imbauan,” tambahnya.

--page

Desakan ini juga datang dari masyarakat yang merasa terganggu dan dirugikan oleh kerusakan jalan akibat truk-truk ODOL. Mereka berharap Pemkab Kotim tidak hanya memberi imbauan, tetapi segera mengambil langkah konkret untuk menertibkan angkutan berat demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (DEWI PATMALASARI/y)