BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, menegaskan bahwa penerapan sistem greenhouse dan aquaponik memberikan banyak manfaat bagi pengembangan pertanian modern.
Lanjutnya, sistem ini mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap tanaman dari berbagai ancaman eksternal seperti cuaca buruk, hama, dan penyakit.
“Sistem greenhouse dan aquaponik ini sangat ideal untuk budidaya tanaman secara berkelanjutan. Selain ramah lingkungan, sistem ini juga melindungi tanaman dari risiko eksternal yang sering dihadapi petani konvensional,” ujarnya, Sabtu, 31 Mei 2025.
Ia menjelaskan, salah satu keunggulan utama dari sistem greenhouse adalah kemampuan untuk mengontrol lingkungan secara penuh. Suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya dapat disesuaikan agar mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal sepanjang tahun.
Sementara itu, sistem aquaponik dinilai sangat efisien karena tidak memerlukan tanah dan memanfaatkan air secara hemat.
“Dengan kontrol lingkungan yang baik, produktivitas tanaman meningkat dan risiko gagal panen menurun drastis. Ini sangat cocok diterapkan di pesantren yang ingin mandiri secara ekonomi dan ikut menjaga keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
Penerapan teknologi ini diharapkannya dapat menjadi model bagi pondok pesantren lainnya, sekaligus mendorong generasi muda, termasuk para santri, untuk tertarik pada pertanian berbasis teknologi.
"Bank Indonesia Kalteng sendiri terus berkomitmen mendukung inovasi pertanian di pesantren melalui program pelatihan, bantuan sarana, dan pendampingan usaha agar tercipta pesantren yang produktif, mandiri, dan inspiratif," pungkasnya. (MARINI/J)









