BORNEONEWS, Banyumas – Sabtu pagi, 31 Mei 2025 di Sentra Kreasi Atensi Satria, Baturraden, tampak berbeda dari biasanya. Di bawah langit cerah dan udara pegunungan yang sejuk, alunan musik lembut menyambut derap langkah para peraga busana yang datang satu per satu. Namun yang menarik, bukan wajah-wajah muda yang tampak di ujung karpet merah—melainkan mereka yang rambutnya mulai memutih dan langkahnya sedikit perlahan: para lansia yang kini kembali mencicipi gemerlap panggung.
Momen ini menjadi bagian dari perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29 tahun 2025, yang digelar oleh Sentra Satria, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial RI, di Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Ahmad Supriyanto (63) tersenyum saat namanya dipanggil. Dengan penuh percaya diri, ia melangkah ke atas karpet merah. Di sampingnya, sang istri, Suharti (60), menatap penuh bangga.
“Saya jadi teringat masa muda,” ujarnya usai tampil. “Dulu saya pernah ikut kegiatan seperti ini juga. Seru sekali rasanya bisa tampil lagi, apalagi sekarang bersama teman-teman sebaya.”
Suharti pun punya kisah serupa. Dulu ia pernah mengikuti peragaan busana di tingkat desa. Kini, bersama sang suami, ia kembali berlatih demi tampil maksimal dalam peragaan yang tak kalah meriah.
Walau awalnya dirancang tampil berpasangan, pada hari pelaksanaan panitia memutuskan peragaan dilakukan secara individu. Namun itu tak mengurangi semangat mereka sedikit pun. Suharti dan Ahmad tetap tampil dengan anggun, membuktikan bahwa usia hanyalah angka bagi mereka yang tetap bersemangat.
Menurut Kepala Sentra Satria Baturraden, Daramanto, kegiatan ini menjadi bagian dari puncak peringatan HLUN ke-29 yang tahun ini dipusatkan secara nasional di Jember, Jawa Timur.
“Meski tidak di lokasi utama, kami ingin menciptakan peringatan yang berkesan di sini. Peragaan busana ini menjadi simbol bahwa lansia tetap punya ruang untuk berekspresi dan dihargai,” ujarnya.
Para peserta datang dari tiga posyandu lansia binaan Sentra Satria yang tersebar di Desa Ketenger, Karangmangu, dan Karangtengah di Kecamatan Baturraden. Masing-masing posyandu mengirimkan dua wakil terbaik mereka.
Tak hanya busana, HLUN di Sentra Satria juga diramaikan dengan cek kesehatan, fisioterapi, serta lomba merangkai bunga. Sebuah bentuk penghormatan kepada lansia yang tidak hanya melihat mereka sebagai objek pelayanan, tapi juga subjek yang aktif dan produktif.
“Selain di sini, kami juga mengadakan kegiatan bakti sosial di wilayah-wilayah kerja seperti Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan Brebes,” tambah Daramanto.
Hari itu, lebih dari sekadar selebrasi, peragaan busana menjadi panggung pengakuan. Di tengah sorak sorai penonton, para lansia menunjukkan bahwa mereka masih bisa bersinar. Di atas catwalk sederhana itu, mereka tidak hanya memamerkan busana, tapi juga menampilkan semangat, kenangan, dan kebahagiaan yang tak lekang oleh waktu.
ANTARA









