SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kebakaran menghanguskan bangunan pasar yang sudah alih fungsi menjadi rumah warga dan polindes di Desa Tumbang Torung, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 30 Mei 2025, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kepala Desa Tumbang Torung, Sabandi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pasar yang terbakar dibangun pada tahun 2008, namun tidak pernah difungsikan sesuai rencana. Sehingga bangunan tersebut diberikan sekat-sekat untuk ditempati oleh warga sebagai tempat tinggal.

“Informasi yang saya dapatkan, kebakaran diduga dipicu korsleting dari lampu tenaga surya yang digunakan warga yang mendiami pasar,” kata Sabandi saat dikonfirmasi, Sabtu, 31 Mei 2025.

Lokasinya yang jauh dari kecamatan maupun kabupaten membuat warga sulit mendapat bantuan pemadam kebakaran. Sehingga warga dengan peralatan seandanya mencoba memblokir api agar tidak merembet ke rumah lainnya yang dekat dengan pasar dan Polindes. 

Kebakaran yang cepat meluas membuat bangunan pasar dan polindes ludes terbakar. Beruntung api padam dan tidak sempat merembet ke bangunan lain disekitarnya.

Sabandi menyebut, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, tiga kepala keluarga (KK) terdampak dan kini terpaksa tinggal sementara di rumah kerabat.

Sabandi berharap adanya bantuan dari pemerintah, terutama berupa alat pemadam kebakaran, mengingat lokasi desa yang jauh dari pusat kecamatan dan kabupaten.

“Kami sangat butuh peralatan pemadam. Karena jarak yang jauh, kalau hanya mengandalkan bantuan luar sangat sulit dan tidak memungkinkan jika ada bencana kebakaran seperti ini,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)