BORNEONEWS, Palangka Raya - Umat Katolik di Palangka Raya berkumpul dalam suasana penuh doa dan kekhusyukan di Gua Maria, Catholic Center Palangka Raya untuk mengikuti Misa Penutupan Bulan Maria, yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Mei 2025.
Perayaan ini diawali dengan Doa Rosario pada pukul 16.30 WIB, dilanjutkan dengan misa yang dipimpin oleh Romo Thomas Aquino Rochadi Widagdo, Pr bersama Imam lainnya dari Keuskupan Palangka Raya.
Dalam homilinya, Romo Rochadi mengajak umat untuk semakin meneladani kesetiaan dan keteladanan Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya membangun relasi yang lebih dekat dengan Allah melalui doa dan tindakan nyata.
"Bulan Maria bukan sekadar perayaan liturgis, tetapi juga undangan bagi kita semua untuk menghidupi iman dengan semakin tekun dan penuh kasih," ujar Romo Rochadi.
Dirinya mengajak umat yang hadir untuk mensyukuri keberadaan Bunda Maria yang memberikan penghiburan bagi orang berduka dan mendoakan kesembuhan bagi orang sakit.
"Saya datang kesini karena kasih Bunda Maria. Kita kalau sakit pasti yang dicari Ibu, yang dicari kasihnya Ibu. Biasanya kalau ada Ibu ada keindahan, ada kelembutan. Maka kita bersyukur Gereja Katolik itu punya Ibu yang selalu mendoakan, selalu menyayangi," tutur Romo Rochadi lagi.
Misa berlangsung dengan khidmat, diwarnai dengan lantunan Madah Bakti yang dinyanyikan oleh umat dengan penuh penghayatan. Prosesi persembahan berlangsung dalam suasana sakral, di mana beberapa umat mempersembahkan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria. Suasana semakin syahdu saat doa penutup dilantunkan, mengiringi umat dalam refleksi pribadi.
Umat yang hadir merasa terberkati dengan perayaan tersebut.
"Misa ini memberikan ketenangan batin dan memperteguh iman saya," ungkap Melis Susani, seorang umat.
Banyak yang berharap bahwa semangat devosi kepada Bunda Maria dapat terus hidup di hati mereka, tidak hanya pada bulan Mei tetapi dalam keseharian mereka.
Dengan ditutupnya Bulan Maria tahun ini, umat Katolik di Palangka Raya diajak untuk tetap berdoa dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Catholic Center Palangka Raya pun berkomitmen untuk terus menjadi tempat yang nyaman bagi umat dalam beribadah dan memperdalam iman mereka.
Romo Thomas Aquino Murdjanto Rochadi Widagdo, Pr, atau lebih dikenal sebagai Romo Rochadi, adalah seorang Imam Diosesan Keuskupan Agung Jakarta. Ia lahir pada 15 Mei 1958 dan ditahbiskan sebagai imam pada 15 Agustus 1986. Saat ini, ia bertugas di Paroki Cilangkap, Gereja Anak Domba St. Yohanes Maria Vianney.
Romo Rochadi dikenal sebagai Romo Penyembuh, karena keterlibatannya dalam pelayanan penyembuhan rohani. Ia juga aktif dalam memberikan homili yang inspiratif, membahas berbagai aspek kehidupan dan iman. Selain itu, ia pernah menyampaikan pesan kepada umat Katolik terkait Pemilu 2024, menekankan pentingnya memilih pemimpin yang sehat secara jiwa, ideologi, dan emosi. (TESTI PRISCILLA/H)









