BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Kalimantan Tengah atau Pengprov TI Kalteng menerapkan seleksi ketat dalam menentukan atlet terbaik yang akan berlaga di Kejuaraan Nasional atau Kejurnas tingkat pelajar dan mahasiswa.
Ketua Umum Pengprov TI Kalteng, Deddy Indarto, menegaskan bahwa hanya atlet dengan mental juara yang berhak mewakili daerah di ajang tersebut.
"Seleksi ini berlangsung selama dua hari, dari 31 Mei kemarin hingga 1 Juni 2025, di Aula SMK Negeri 1 Palangka Raya," kata Deddy pada Minggu, 1 Juni 2025.
Para atlet yang mengikuti kategori Kyorugi atau tanding harus menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sementara seleksi untuk kategori Poomsae telah lebih dulu dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dalam sambutannya, Deddy Indarto menekankan bahwa seleksi ini tidak hanya mencari atlet terbaik secara teknik, tetapi juga menguji ketahanan mental mereka.
"Kami ingin memastikan bahwa yang berangkat ke Kejurnas bukan hanya unggul dalam teknik bertanding, tetapi juga memiliki semangat pantang menyerah dan mental kompetitif yang kuat," ujarnya.
Seleksi ini melibatkan para pelatih dan tim penilai yang bertugas menilai performa setiap atlet. Kriteria penilaian mencakup keterampilan bertanding, kedisiplinan, serta ketahanan fisik. Dengan sistem seleksi yang ketat, Kalteng berharap dapat mengirimkan kontingen yang siap bersaing dengan daerah lain di tingkat nasional.
Pengprov TI Kalteng berharap melalui Selekprov Taekwondo ini, atlet yang terpilih tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah. Dengan persiapan matang dan seleksi yang kompetitif, Kalteng optimis dapat mencetak prestasi membanggakan di Kejurnas tahun ini. Selain itu, ajang ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkembang dalam dunia olahraga, khususnya taekwondo.
Kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi atlet muda untuk berkembang. Pengprov TI Kalteng berkomitmen untuk terus mendukung para atlet agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, membawa kebanggaan bagi daerah dan menginspirasi lebih banyak talenta muda dalam olahraga bela diri. (TESTI PRISCILLA/H)









