PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Mandiri Lestari atau PT SML semakin memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan industri kelapa sawit dengan mengintegrasikan Program Bank Sampah dalam strategi perusahaan.

"Program ini menjadi bagian penting dari upaya PT SML untuk meraih sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO, yang mencakup seluruh kebun inti dan plasma yang dikelola perusahaan," kata Regional Controller PT SML, Puhsparajau Kertanayan dalam rilisnya pada Minggu, 1 Juni 2025.

Puhsparajau menekankan bahwa keberlanjutan bukan sekadar tuntutan industri, tetapi juga menjadi fondasi dalam kebijakan operasional perusahaan.

"Dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG, PT SML berkomitmen untuk mengelola lingkungan secara bertanggung jawab serta memperkuat dampak sosial dan tata kelola perusahaan yang baik.

Lebih lanjut, Puhsparajau menyampaikan bahwa Program Bank Sampah tidak hanya berfungsi sebagai solusi pengelolaan limbah plastik, tetapi juga menjadi sarana edukatif dan ekonomi bagi para karyawan.

"Kami ingin menciptakan budaya peduli lingkungan di kalangan karyawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui konsep daur ulang dan pengelolaan sampah yang lebih sistematis," ujarnya.

Dalam implementasinya, program ini akan melibatkan pelatihan bagi karyawan dan masyarakat sekitar agar memahami pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah sejak dini. PT SML juga berencana bekerja sama dengan pihak terkait untuk memperluas dampak positif program ini di tingkat regional, termasuk dalam mendukung kebijakan lingkungan yang lebih luas.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Lamandau mengapresiasi langkah PT SML yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan dalam operasional bisnisnya. Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan program ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Melalui program ini, PT SML semakin menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap praktik industri yang berkelanjutan. Ke depan, perusahaan akan terus mengembangkan inovasi berbasis lingkungan guna mencapai target sertifikasi ISPO serta memberikan manfaat bagi komunitas lokal dan ekosistem yang lebih luas. (TESTI PRISCILLA/H)