BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Palangka Raya, berkolaborasi dengan UPTD Pasar Kota melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha pangan segar di Pasar Rajawali.
Sosialisasi ini difokuskan pada keamanan pangan, khususnya terkait bahaya formalin pada pangan segar dan dampaknya terhadap kesehatan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Palangka Raya, Sugianto menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pedagang akan pentingnya keamanan pangan.
"Sosialisasi ini mencakup informasi mengenai bahaya formalin, cara mendeteksi formalin dalam pangan, dan langkah-langkah untuk menghindari konsumsi pangan yang mengandung formalin," katanya, Minggu, 1 Juni 2025.
Tim OKKPD dan UPTD Pasar Kota memberikan penyuluhan dan demonstrasi praktis kepada para pedagang dan pengunjung pasar.
Mereka menjelaskan ciri-ciri pangan segar yang aman dikonsumsi dan memberikan tips memilih bahan pangan yang berkualitas dan bebas formalin.
Para pedagang juga diberikan edukasi tentang cara menjaga keamanan pangan dalam proses penyimpanan dan penjualan. Hal ini mencakup pentingnya menjaga kebersihan, penyimpanan yang tepat, dan menghindari penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti formalin.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Palangka Raya untuk melindungi kesehatan masyarakat dan memastikan keamanan pangan di pasar tradisional.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pedagang dalam menjual produk pangan yang aman dan sehat.
"Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Palangka Raya dapat lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi pangan segar, serta terhindar dari bahaya formalin yang dapat mengancam kesehatan," pungkasnya. (PATHUR/R)









