BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam momentum Hari Lahir Pancasila, Romo Thomas Aquino Rochadi Widagdo, Pr menekankan peran kaum muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Pernyataan ini disampaikan Romo Rochadi saat melakukan perbincangan atau podcast dengan dipandu Ketua Pemuda Katolik Komda Kalteng, Dorothea Sthallhani Jasi di Kapel Ascensio, Keuskupan Palangka Raya pada Minggu, 1 Juni 2025.
Romo Rochadi menyampaikan bahwa anak muda memiliki kebebasan yang belum terikat oleh kepentingan-kepentingan tertentu, menjadikan mereka lebih kritis terhadap ketidakadilan.
"Dalam hati anak muda ada api yang menggerakkan perubahan," ujarnya, mengajak generasi muda untuk terus mempertahankan idealisme mereka.
Romo Rochadi menyoroti makna kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia. Ia menjelaskan bahwa Tuhan melekat pada hidup itu sendiri, sehingga keberadaan Sang Pencipta dapat dikenali melalui ciptaan-Nya.
"Ciptaan yang paling luhur adalah manusia," katanya, mengingatkan bahwa manusia sebagai makhluk Tuhan memiliki martabat yang tinggi.
Dalam refleksi spiritualnya, Romo Thomas menekankan konsep Tritunggal yang ada dalam diri setiap individu-badan, jiwa, dan roh. Ia menyampaikan bahwa seseorang yang terpisah dari Tuhan sesungguhnya tidak mengenal kehadiran-Nya. Oleh karena itu, kesadaran akan hubungan spiritual ini menjadi kunci bagi manusia dalam memahami dan mengenal Penciptanya.
Kehadiran Romo Rochadi di Palangka Raya juga dalam momen acara penutupan Bulan Maria di Palangka Raya pada Sabtu, 31 Mei 2025 kemarin di Catholic Center yang menjadi ajang bagi umat untuk semakin memperdalam iman.
Dengan kehadiran Romo Rochadi, suasana kebersamaan dan refleksi semakin terasa, menambah kedalaman makna bulan yang penuh devosi ini.
Umat yang hadir tidak hanya diajak untuk mengakhiri bulan doa bersama, tetapi juga merefleksikan pesan tentang pentingnya perjuangan kaum muda dan kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.
Momentum ini juga menjadi pengingat bagi umat Katolik di Palangka Raya akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan beragama.
Dalam semangat Hari Lahir Pancasila, pesan Romo Rochadi seakan menjadi dorongan bagi anak muda untuk tetap berpegang pada idealisme, bersikap kritis terhadap ketidakadilan, serta terus mencari makna kehidupan dalam relasi dengan Tuhan.(TESTI PRISCILLA/R)









