SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Upaya mengangkat potensi ekonomi lokal melalui sektor UMKM terus digenjot di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Salah satunya melalui keberadaan Swalayan UMKM Sampit, yang kini resmi dikelola oleh anak-anak muda daerah dengan visi besar menjadikan swalayan ini sebagai pusat promosi dan distribusi produk lokal dari 17 kelurahan dan 168 desa di Kotim.

Ketua Pengelola Swalayan UMKM Sampit Sardi Fakhri R menyampaikan, pihaknya menargetkan swalayan ini bukan hanya sebagai tempat berjualan, namun sebagai etalase dan ruang strategis bagi pelaku UMKM Kotim untuk berkembang dan bersaing, baik di pasar nasional maupun digital.

“Target kami ke depan adalah menjadikan Swalayan UMKM sebagai pusat promosi dan distribusi produk lokal yang profesional dan berstandar, agar dikenal luas baik di dalam maupun luar daerah,” ujar Fakhri, Minggu, 1 Juni 2025.

Pengembangan swalayan ini juga mencakup kurasi produk secara sistematis, yang menjaring UMKM dari seluruh desa dan kelurahan di Kotim.

Pihaknya berkomitmen menggelar pelatihan rutin untuk mendukung peningkatan kualitas produk dan pengemasan UMKM agar bisa naik kelas.

“Kami tidak hanya menjual produk, tapi juga mengembangkan potensi. Akan ada pelatihan rutin dan kanal distribusi online yang sedang kami bangun,” katanya. 

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim yang telah memfasilitasi dan mendukung pemuda mengelola swalayan UMKM Sampit.

Ia juga berharap DPRD Kotim dan para mitra lokal dapat terus bersinergi untuk mengembangkan produk unggulan daerah.

“Swalayan UMKM ini adalah milik bersama. Mari kita jadikan ini sebagai rumah besar yang memperkuat ekonomi kerakyatan dan memperluas jangkauan pasar,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)