PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi III DPRD  Palangka Raya, Rana Muthia Oktaria menegaskan pentingnya perlindungan terhadap hewan liar dari praktik eksploitasi yang tidak manusiawi, salah satunya seperti pertunjukan topeng monyet yang masih dijumpai di sejumlah daerah.

“Praktik seperti topeng monyet adalah bentuk eksploitasi yang tidak seharusnya lagi dipertontonkan. Hewan dipaksa melakukan atraksi di luar nalurinya, seringkali disertai kekerasan,” ujar Rana, Minggu 1 Juni 2025.

Ia meminta pemerintah kota melalui dinas terkait untuk lebih serius dalam mengawasi dan menindak praktik-praktik eksploitasi hewan, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlakuan etis terhadap satwa liar.

“Kami mendorong adanya regulasi yang lebih tegas dan edukasi publik agar masyarakat tidak lagi menganggap hiburan dari penderitaan hewan sebagai sesuatu yang wajar,” tambahnya.

Menurut Rana, perlindungan satwa liar bukan hanya soal kesejahteraan hewan, tetapi juga bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem. 

Rana juga meminta, agar Pemko Palangka Raya melalui dinas teknis memperkuat pengawasan terhadap kegiatan yang mengeksploitasi hewan liar, serta menggencarkan kampanye edukasi publik tentang pentingnya memperlakukan hewan dengan layak dan sesuai habitatnya. (MARINI/R)