PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan Retret Bapak-Bapak Dekenat Muara Teweh yang berlangsung dari 30 Mei hingga 1 Juni 2025 menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk memperdalam iman dan memperkuat kebersamaan.

Acara yang dihadiri oleh 110 orang ini mendapat pendampingan langsung dari Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr DR Aloysius M Sutrisna Atmaka, MSF yang memberikan bimbingan rohani bagi para peserta.

Dalam retret ini, enam pastor dari berbagai paroki turut hadir untuk mendukung jalannya kegiatan yang diadakan di Wisma Urup Ampah. Mereka berasal dari Paroki Muara Teweh, Paroki Kandui, Paroki Saripoi, Paroki Pir Butong, Paroki Puruk Cahu, Paroki Benangin, dan Paroki Dirung Lingkin, yakni paroki-paroki yang tergabung dalam Dekenat Muara Teweh.

Kehadiran mereka memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mendapatkan wawasan lebih dalam tentang spiritualitas dan kehidupan komunitas. Spiritualitas yang diperdalam dalam retret adalah spiritualitas Santo Yosef Pekerja.

Uskup Aloysius dalam pesannya menekankan pentingnya retret sebagai momen refleksi dan pembaruan diri.

"Retret ini bukan hanya tentang memperdalam iman secara pribadi, tetapi juga membangun solidaritas di antara para bapak dalam komunitas gereja," ujar Uskup kepada Borneonews pada Minggu, 1 Juni 2025.

Ia berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi umat untuk terus menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam keseharian mereka.

Selama tiga hari berlangsungnya retret, para peserta mengikuti berbagai sesi yang mencakup diskusi rohani, doa bersama, dan pembinaan keimanan. Suasana kebersamaan terasa begitu erat, di mana setiap peserta memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dan memperkuat komitmen dalam hidup beriman.

Dengan suksesnya kegiatan ini, para peserta berharap retret serupa dapat kembali diadakan secara rutin. Semangat kebersamaan dan pertumbuhan spiritual yang tercipta dalam acara ini diharapkan memberikan dampak positif bagi komunitas gereja di Dekenat Muara Teweh ke depannya.(TESTI PRISCILLA/R)