BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah melakukan pelatihan dan pendidikan dasar baik materi maupun praktik bagi volunteer (relawan) Korps Sukarela PMI Kobar Tahun 2025 untuk wilayah Kabupaten Kobar.
Pengurus PMI Kobar Bidang Sukarelawanan dan PMR sekaligus Ketua Panitia Diklat Calon KSR 2025, Rio Juni Andita mengatakan, pihaknya menggelar diklat luar atau materi praktik tersebut dilaksanakan di Desa Simpang Berambai, Pangkalan Banteng selama 4 hari mulai 28 - 31 Mei 2025.
Dengan jumlah KSR sebanyak 9 dari 10 relawan tahun ini berangkat ke Desa Simpang Berambai untuk menjalani pendidikan dan pelatihan yang telah didapatkan dalam materi ruang untuk praktikan kembali melalui diklat luar di desa tersebut.
Salah satunya Siti Ainaya Annisa, mahasiswa psikologi, mengatakan alasan dirinya mendaftar sebagai KSR 2025 ini untuk mengisi waktu luang dengan meningkatkan kemampuan dasar psikologis yang sedang ia pelajari sekarang melalui PMI Kobar.
"Keinginan saya bergabung ke PMI itu karna gamau terlalu stuck di situ-situ aja, cuma fokus kuliah tapi tanpa ada kegiatan luar gitu bikin stress juga sebenarnya, selama diklat berlangsung sampai berakhir karena kemampuan yang saya punya semakin terasah, saya pun semakin yakin sekali kalau keputusan saya sudah benar untuk bergabung dengan PMI Kobar," ungkapnya, Minggu, 1 Juni 2025.
Kemudian, Ainaya yang hari-harinya juga seorang pekerja freelancer (pekerja lepas) mengungkapkan, bahwa ia cukup kaget pada awal diklat luar dimulai karena cukup menguji mental anggota KSR termasuk dirinya.
Terlebih lagi ia mengatakan, seluruh peserta KSR PMI Kobar 2025 ini selama 4 hari diklat mendapatkan pelajaran berharga seperti saling mengenal dan peduli satu sama lain, saling mengerti bahwa tim memiliki satu sama lain.
"Tapi ternyata hal tersebut yang menjadikan penguatan dalam diri saya sendiri untuk tetap bertahan sampai diklatnya berakhir, untuk mungkin panitianya cukup keras ya selama diklat tersebut, di diri saya pribadi tidak terlalu berpengaruh ya karna pengalaman pribadi saya sendiri cukup sudah tidak asing lagi dengan hal-hal tersebut, maka dari itu saya sudah cukup terbiasa dan sudah mengira akan seperti itu bentuknya," beber Ainaya.
Lebih lanjut, Ainaya atau sering disapa Naya mengungkapkan, kegiatan sehari-hari dari saat subuh berkumandang sudah bangun melakukan pelatihan fisik, materi posko, kepemimpinan, ujian pertolongan pertama individu maupun kelompok, game kekompakan, hingga simulasi kesiapsiagaan terhadap bencana atau kasus lainnya
"Hari terakhir kami melakukan bhakti masyarakat kak, disana kami menerapkan apa yang sudah kami pelajari di materi diklat ruang terkait program berbasis masyarakat, dan kami juga melakukan assessment kepada masyarakat sekitar untuk memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat yang membutuhkan" katanya.
Kemudian, disesi akhir wawancara, Ainaya menyebutkan banyak hal yang ia dapatkan selama diklat berlangsung. Mulai dari kedisplinan, kebersamaan, kemandirian, kepemimpinan serta kerjasama antar kelompok.
"Tak kalah penting juga bagaimana cara memanajemen emosi pada diri sendiri itu yang benar-benar menguji pada masing-masing individu yang saya sedikit observasi selama 4 hari an selama diklat, kita merasakan kelelahan dalam diri kita, dari sana pada akhirnya satu kesalahan kecil yang mungkin muncul menyebabkan semua orang jadinya terkena imbasnya" tuturnya.
Lantas, ia berharap berharap kepada dirinya dan seluruh tim KSR angkatan Tahun 2025 pendidikan dan pelatihan yang diberikan oleh panitia bisa diterapkan kembali di kehidupan sehari-hari bahkan saat terjun ke lingkungan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat. (NURITA/H)









