SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Warga Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, kini memiliki usaha sampingan selain sebagai nelayan.

Berbekal pelatihan yang dilakukan Lembaga Gawi Bapakat, warga setempat kini sudah ada yang menekuni usaha pembuatan gula nipah

Terlebih, pohon nipah banyak terdapat di desa setempat. Nipah memiliki banyak manfaat salah satunya untuk menjaga ekosistem mangrove, daun nya bisa dilah menjadi atap dan nira nipah bisa diolah menjadi gula.

Hendriyanto, salah satu perajin gula nipah mengaku berbekal pelatihan yang diberikan, ia bersama istri kini memiliki usaha sendiri.

" Pohon nipah memang cukup banyak di desa kami, sehingga dengan pelatihan yang diberikan, kami memiliki usaha sampingan pembuatan gula nipah, " katanya.

Untuk membuat menjadi gula, nira nipah terlebih dahulu di kumpulkan, setelah terkumpul beberapa liter, kemudian dimasak beberapa jam hingga mengental.

"Gula nipah bisa diolah beberapa macam, ada gula cetak, gula cair dan gula semut, " ungkapnya

Untuk gula cair, biasanya banyak permintaan dari cafe atau kedai kopi, yang khusus menyediakan kopi gula nipah.

" Permintaan gula saat ini tidak hanya terbatas dari warga Seruyan, tetapi ada juga pesanan dari Sampit dan Palangkaraya, " ucapnya, Senin, 2 Juni 2025.

Sementara  itu, Damba staf lapangan Gawi Bapakat mengatakan, pembuatan gula nipah di desa Sungai Undang merupakan pertama kalinya di Seruyan

"Sebelumnya masyarakat belum tahu bahwa nipah bisa di buat menjadi gula, padahal potensi luar biasa, setelah kami kenalkan dan beri pelatih cara pembuatan, akhirnya masyarakat tertarik , " imbuhnya

Menurutnya, yang terpenting dari gula nipah adalah proses pemanfaatan nya yang dilakukan secara lestari.

Nipah merupakan bagian dari ekosistem mangrove, selama ini telah terjadi degradasi yang cukup parah di seluruh dunia, termasuk Seruyan, banyak lahan di konversi menjadi lahan tambak dan lainya.

"Dengan pengembangan gula nipah ini, akan ada kecenderungan untuk melindungi, karena pohon nipah memiliki nilai ekonomi jika sudah di olah menjadi gula, " tuturnya .

Selain itu, bisa menjadi usaha sampingan warga, pada saat kondisi laut tidak bersahabat, maka warga bisa mengolah gula nipah untuk alternatif pendapatan keluarga. (FAHRUL/H)