PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelayanan kesehatan bagi pasien BPJS di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dipastikan tetap berjalan normal, meskipun rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Tengah tersebut sedang menghadapi persoalan internal terkait keuangan. 

Permasalahan tersebut mencakup persediaan obat-obatan, pembayaran gaji tenaga kesehatan, hingga ketersediaan alat medis.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Doris Sylvanus, dr. Suyuti Syamsul, menyampaikan bahwa pihaknya bersama manajemen baru sedang berupaya keras menyelesaikan persoalan utang yang selama ini membebani rumah sakit.

Langkah ini ditempuh demi menyehatkan kembali kondisi keuangan RSUD Doris Sylvanus.

“Pembayaran utang kami lakukan dari penghasilan rumah sakit. Sebagian digunakan untuk operasional rumah sakit, sebagian lagi untuk membayar gaji pegawai,” ujar Suyuti, Senin 2 Juni 2025.

Ia juga menambahkan bahwa terdapat praktik pengelolaan keuangan yang kurang tepat oleh manajemen sebelumnya, di mana pendapatan yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan rumah sakit justru digunakan tidak sesuai peruntukannya.

"Pembayaran utang dari penghasilan rumah sakit, sebagian untuk membayar gajih pegawai. Manajemen sebelumnya menggunakan pendapatan yang mestinya untuk kepentingan lain" ujar Suyuti.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Suyuti menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat, khususnya pasien peserta BPJS Kesehatan, tetap menjadi prioritas dan tidak akan terganggu.

Manajemen rumah sakit berharap dukungan dari seluruh pihak untuk bersama-sama memulihkan kondisi keuangan RSUD Doris Sylvanus agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal ke depannya. (MARINI/H)