BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya membidangi Komisi III, Sri Ani Rintuh, meminta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk meningkatkan pengawasan terhadap produk olahan makanan ringan yang beredar di pasar-pasar tradisional.
Langkah ini penting untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama menjelang perayaan hari-hari besar atau libur panjang ketika konsumsi makanan meningkat.
Menurut Sri Ani, Komisi III DPRD memiliki tanggung jawab dalam urusan pemerintahan bidang kesehatan, sehingga pengawasan terhadap keamanan pangan menjadi perhatian serius.
Ia menyoroti masih adanya makanan ringan yang dijual bebas tanpa label atau keterangan jelas mengenai kandungan bahan, masa kedaluwarsa, dan izin edar.
“Kami mendorong BPOM dan instansi terkait untuk lebih intens melakukan pengawasan di lapangan, khususnya terhadap jajanan dan makanan ringan yang banyak dikonsumsi anak-anak. Keamanan pangan harus jadi prioritas,” ujar Sri Ani, Senin, 2 Juni 2025.
--page
Ia menambahkan bahwa pengawasan ini bukan semata untuk menindak pelaku usaha, tetapi lebih kepada edukasi agar pelaku UMKM atau pedagang pasar memahami pentingnya standar kesehatan dan keamanan dalam produk mereka.
“Kita ingin makanan yang dijual benar-benar aman dikonsumsi. Jika ditemukan pelanggaran, tentu perlu ada pembinaan dan jika perlu penertiban,” tambahnya.
Sri Ani juga mengajak masyarakat agar lebih selektif dalam memilih produk makanan, serta tidak ragu melaporkan temuan produk yang mencurigakan atau tidak memiliki label resmi.
Dengan pengawasan yang ketat, ia berharap kualitas kesehatan masyarakat dapat terus dijaga dan dicegah dari risiko bahan pangan yang berbahaya atau mengandung zat kimia berlebihan. (MARINI/y)









