BORNEONEWS, Sampit – Menjelang perayaan Iduladha 1446 Hijriah, sebanyak 122 peserta antusias mengikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kegiatan yang digelar DPD Juleha Kotim tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas dan pemahaman penyembelihan sesuai syariat Islam, serta memberikan perlindungan bagi konsumen Muslim yang merupakan mayoritas penduduk Kotim.
Ketua panitia pelatihan Mudlofar menyampaikan pelatihan ini sangat penting dalam menjamin kehalalan dan keutuhan proses penyembelihan hewan kurban, baik itu sapi, kerbau, ayam, maupun unggas lainnya.
“Umat Islam di Kotim jumlahnya lebih dari 86 persen. Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan hewan yang dikonsumsi halal dan disembelih sesuai syariat. Bukan hanya tanggung jawab DPD Juleha Kotim, tapi juga Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan,” ujar Mudlofar.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung penyembelihan unggas dengan hewan yang sudah disediakan, seperti ayam dan itik.
Kegiatan tersebut menjadi sangat relevan mengingat banyaknya temuan di lapangan terkait praktik penyembelihan yang tidak sesuai syariat. Seperti ayam yang disembelih dengan membaca bismillah tetapi belum mati sudah dicelup air panas atau sapi yang dikuliti sebelum benar-benar mati.
Pelatihan ini digagas oleh DPD Juleha Kotim yang awalnya menargetkan 100 peserta. Namun, antusiasme tinggi membuat jumlah peserta melonjak hingga 122 orang, dengan kontribusi biaya mandiri sebesar Rp200 ribu per orang.
Mudlofar berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi teknis, tetapi juga sarana peningkatan kesadaran keagamaan, serta menjadikan praktik penyembelihan di Kotim lebih sesuai dengan prinsip halal, sehat, dan aman. (DEWI PATMALASARI/R)









