BORNEONEWS, Tamiang Layang – Guyuran hujan tak menyurutkan semangat jajaran pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Tamiang Layang untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ke-80, Senin, 2 Juni 2025.
Meski basah oleh hujan, seluruh peserta tetap berdiri tegak dan mengikuti prosesi upacara dengan khidmat.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Wahyu Cahyadi, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Ia membacakan amanat resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
Dalam pidatonya, Yudian menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar teks untuk dihafal, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Di lingkungan pemerintahan dan birokrasi, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak pada rakyat,” ucap Wahyu membacakan sambutan Yudian.
“Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial," lanjutnya.
Wahyu juga mengingatkan pentingnya nilai gotong royong, persatuan dan penghargaan terhadap perbedaan sebagai kunci untuk menjaga keutuhan bangsa. Nilai-nilai Pancasila, kata dia, perlu ditanamkan di setiap aspek kehidupan dan menjadi inspirasi dalam berkarya dan berkontribusi bagi negara.
Upacara peringatan ini menjadi momen reflektif bagi seluruh jajaran pemasyarakatan Rutan Tamiang Layang. Tidak hanya sebagai peringatan seremonial, namun juga sebagai penguat komitmen untuk mewujudkan transformasi birokrasi dan pelayanan publik yang lebih baik bagi para warga binaan dan masyarakat.
Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni merupakan momen bersejarah sejak Bung Karno menyampaikan pidato pertamanya tentang dasar negara pada 1 Juni 1945.
Peringatan ini ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 dan menjadi agenda penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan penuh semangat kebangsaan meski dalam kondisi cuaca tak bersahabat, Rutan Tamiang Layang membuktikan bahwa penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila tetap menjadi prioritas dalam setiap langkah pengabdian. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









