BORNEONEWS, Palangka Raya – RSUD Doris Sylvanus menargetkan bisa bebas dari seluruh tunggakan kewajiban utang Rp120 miliar pada Oktober atau November 2026.
Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul mengatakan pihaknya telah melakukan efisiensi anggaran hingga Rp10 miliar perbulan untuk mengatasi krisis keuangan.
Anggaran difokuskan ke obat obatan dan bahan medis habis pakai, untuk memastikan pelayanan tidak terganggu, serta sisanya untuk melunasi kewajiban bayar.
Suyuti menjelaskan, sejak dia masuk RSUD Doris Sylvanus, telah melakukan berbagai upaya konkrit untuk menyelesaikan defisit.
Pertama memotong insentif BLUD untuk para pejabat, tak main-main insentif yang dipotong menyentuh 30 persen.
Kemudian penghentian pengucuran honor, karena ada beberapa orang yang seharusnya tidak ada honor karena memang kewajiban kerjanya malah ada honor khusus.
--page
"Ini (honor) saya pangkas. Totalnya sekitar Rp4-6 miliar setahun hanya untuk honor honor," tegas Suyuti.
Selain itu dilakukan pengetatan rasionalisasi anggaran, seperti insentif untuk akomodasi pergi pergi mengikuti rapat.
"Kita lakukan efisiensi kurang lebih Rp10 miliaran dan itu yang kita pakai mengangsur hutang," tegasnya. (HERMAWAN DP/Y)









