PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka persiapan kegiatan Dana Indonesiana 2025, Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia atau HISKI Komisariat Kalimantan Tengah menggelar pertemuan daring pada Senin malam, 2 Juni 2025.

Pertemuan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari anggota HISKI serta berbagai pegiat sastra di Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menjadi ajang pematangan konsep acara yang akan digelar pada 11–12 Juni 2025 mendatang.

Ketua HISKI Komisariat Kalimantan Tengah, Alifiah Nurachmana, menyampaikan bahwa kegiatan Dana Indonesiana tahun ini memiliki tujuan khusus dalam pengembangan sastra dan budaya daerah. Pada hari pertama, peserta akan fokus pada penulisan karya sastra yang nantinya akan mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI. Selain itu, HISKI Pusat akan menerbitkan buku antologi bertajuk Warna-warni, yang berisi kumpulan karya para peserta.

"Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas, panitia telah menyiapkan penghargaan bagi lima peserta terbaik dalam penulisan sastra. Setiap pemenang akan menerima hadiah sebesar Rp1 juta sebagai bentuk motivasi untuk terus berkarya dalam dunia sastra dan budaya," kata Alifiah kepada Borneonews.

Hari kedua, lanjut Alifiah, akan difokuskan pada proses alihwahana, yaitu transformasi karya sastra dari hari pertama ke dalam bentuk seni pertunjukan. Peserta akan dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing beranggotakan enam orang. Setiap kelompok diberikan dana pembinaan sebesar Rp 3,5 juta untuk mengembangkan karya mereka menjadi bentuk yang lebih interaktif.

"Hasil dari alihwahana ini nantinya akan ditampilkan dalam festival sastra yang direncanakan berlangsung pada bulan Agustus 2025. Festival ini diharapkan menjadi wadah bagi pegiat seni dan sastra untuk menunjukkan kreativitas mereka kepada publik," tutur Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Palangka Raya ini.

Selain itu, karya-karya hasil alihwahana juga menurut Alifiah akan mendapatkan HAKI sebagai bentuk perlindungan hak cipta terhadap kreativitas para peserta.

Dengan adanya program ini, HISKI Kalimantan Tengah berupaya untuk mendorong pelestarian tradisi lisan dan manuskrip daerah, serta mengangkat potensi sastra lokal ke tingkat yang lebih luas. Melalui kolaborasi antara akademisi, pegiat seni, dan masyarakat umum, diharapkan sastra Kalimantan Tengah semakin berkembang dan mendapatkan tempat di kancah nasional.

Antusiasme para peserta dalam mempersiapkan kegiatan ini menunjukkan bahwa ekosistem sastra dan budaya di Kalimantan Tengah semakin hidup dan mendapat perhatian lebih. HISKI Kalimantan Tengah optimis bahwa Dana Indonesiana 2025 akan menjadi ajang yang penuh inspirasi dan berkontribusi besar bagi perkembangan sastra di daerah. (TESTI PRISCILLA/H)