BORNEONEWS, Sampit – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dihentikan sementara, mendapat respons dari pihak sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Para tenaga pendidik berharap program strategis nasional ini segera dilanjutkan dengan sejumlah perbaikan, khususnya dalam hal penyajian menu.
Kepala Sekolah TK Pembina Ida Yusiana menyampaikan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi lanjutan terkait kelanjutan program MBG di sekolah mereka.
“Kalau untuk saat ini program MBG masih dihentikan sementara tanpa kami tahu kapan lagi kelanjutannya. Semoga saja ada konfirmasi lebih lanjut lagi tentang kelanjutan MBG,” ujar Ida, Selasa, 3 Juni 2025.
Dirinya mengaku belum mengetahui alasan diberhentikan sementara program tersebut. Hanya keterangan dari pihak terkait menyebut ada sesuatu hal yang belum bisa diinformasikan sehingga kegiatan MBG diberhentikan untuk sementara waktu.
Lanjutnya, jika memang program pemerintah tersebut harus tetap berjalan sesuai MoU yang pihak sekolah tanda tangani, yaitu selama 5 tahun ke depan, dirinya berharap ada perbaikan.
"Kami minta dari pihak sekolah paling tidak menu makanannya disesuaikan dengan selera anak TK seperti apa," tambahnya.
Ida menekankan, selama ini program MBG berjalan dengan baik di sekolah yang ia bina. Namun terkadang menu yang disajikan tidak sesuai dengan selera anak TK.
"Harusnya dari pihak pengelola juga melihat gimana selera anak, walaupun sesuai dengan standar gizi tapi tidak semuanya disukai anak TK," pungkasnya.
Hal serupa disampaikan oleh M Akbar Rudinur, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Sampit. Ia menyayangkan program MBG di sekolahnya terhenti sejak 23 Mei 2025, tanpa adanya penjelasan rinci kepada pihak sekolah.
“Anak-anak senang dengan program ini. Banyak yang terbantu karena tidak semua siswa membawa uang jajan. Kami berharap program MBG bisa dilanjutkan kembali,” ucap Akbar.
Adapun program MBG perdana dilaksanakan di Kotim pada 24 Februari 2025 dengan 19 sekolah sasaran yang ada di Kota Sampit. (DEWI PATMALASARI/H)









