BORNEONEWS, Palangka Raya – Keterbatasan jaringan komunikasi dan minimnya infrastruktur dasar di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah menjadi perhatian utama mahasiswa dalam audiensi bersama Gubernur Agustiar Sabran.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, sebagai bagian dari silaturahmi dan penyerapan aspirasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalteng.
Mahasiswa menekankan bahwa keterbatasan tersebut menghambat aktivitas pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik di wilayah pedalaman dan terpencil.
Isu lain yang juga mereka angkat adalah kualitas pendidikan, kebersihan lingkungan, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba yang dinilai masih belum optimal.
Menanggapi itu, Gubernur menyebut pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan merupakan salah satu misi pemerintahannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan.
"Peningkatan pendidikan untuk SDM yang beretika melalui pendidikan inklusif, sesuai dengan kaidah Belom Bahadat, juga menjadi prioritas," kata Agustiar di Palangka Raya. (HERMAWAN DP/H)









