BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Puluhan petani kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (17/10/2016) mengikuti pelatihan produktivitas kelapa sawit di aula Hotel Arsela, Pangkalan Bun.
Kegiatan pelatihan yang digelar oleh Institut Pertanian (Instiper) Jogjakarta bekerjasama dengan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) itu dibuka langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat Bambang Purwanto akan dilaksanakan selama lima hari,17-21 Oktober 2016.
"Kelapa sawit menjadi komoditas utama di Kabupaten Kobar. Banyak petani kelapa sawit yang sudah merasakan hasilnya," ujar bupati.
Meski demikian, pengetahuan para petani kelapa sawit harus terus ditingkatkan dan dibenahi, guna meningkatkan produktivitas buah kelapa sawitnya.
"Kita benahi petaninya dan managemennya supaya lebih berkualitas. Seperti yang dilakukan pemerintah pusat dengan menunjuk Instiper untuk memberikan pelatihan seperti ini, tentu ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan produktivitas petani kita," jelas Bambang.
Selain diberikan pelatihan bagaimana memenejemen perkebunan kelapa sawit dengan benar, Bupati juga tengah mendorong para perani untuk mendapatkan sertifikasi. "Sertifikasi itu penting untuk meningkatkan harga jual kepada pembeli dari luar, jangan perusahaan saja yang dapat sertifikasi, para petani yang memiliki kebun rakyat juga harus," katanya.
Untuk merealisasikan itu, Bupati sudah meminta kepada Lurah, Camat hingga BLH untuk memudahkan proses mendapatkan sertifikasi.
"Proses ini sudah kita lakukan secara bertahap. Saya minta mulai dari lurah, camat sampai BLH untuk menggratiskan biaya persyaratan sertifikasi," ujar Bambang.
Di luar itu, Bupati juga berpesan kepada para petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Kobar agar menanam tanaman perkebunan tidak seluruhnya kelapa sawit. Namun harus dibarengi dengan tanaman sayur mayur lainnya.
Sementara itu, Wakil Rektor 1 Instiper Jogjakarta, Sri Gunawan mengatakan, upaya peningkatan buah kelapa sawit harus dilakukan dengan cara budidadaya yang baik dan benar. Untuk mencapai itu, para petani harus memiliki konsep dan sistem penanaman kelapa sawit yang benar juga.
"Faktor kuncinya ada tiga, pertama penggunaan tekhnologi yang baik, kemudian SDM yang kompeten, terakhir manajemen petaninya harus sehat," jelas Sei Gunawan dalam sambutannya di depan puluhan petani se-Kobar.
Kegiatan pelatihan produktivitas kelapa sawit kepada para petani kelapa sawit itu merupakan rangkaian kegiatan pelatihan yang digelar di seluruh Indonesia. Kobar merupakan tempat pertama pelatihan ini digelar.
"Kami sengaja menggelar pelatihan pertama untuk wikayah Kalteng di Kobar ini karena sudah banyak kerjasama dengan perusahaan kelapa sawit swasta, selain itu, Kalteng merupakan wilayah terbesar ketiga di Indonesia untuk perkebunan kelapa sawitnya," tutup Sri Gunawan. (CECEP HERDI/m)








