BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP dan Politeknik LPP Yogyakarta baru-baru ini mengadakan workshop inovasi produk UMKM berbahan sawit bagi pegiat UKM dan generasi Z di Jepara.
"Acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang kebaikan sawit serta mendorong peserta untuk mengembangkan usaha berbasis sawit, baik sebagai produk utama maupun memanfaatkan limbahnya," kata Kepala Divisi UKMK BPDP, Helmi Muhansah dalam rilisnya pada Selasa, 3 Juni 2025.
Helmi Muhansah menjelaskan bahwa meskipun Jepara bukan daerah penghasil sawit, masyarakatnya tetap memiliki keterkaitan erat dengan industri hilir sawit.
"Kami mendorong pelaku UMKM untuk menjalin kemitraan dengan BPDP dalam mengembangkan produk berbasis sawit, termasuk dari limbahnya, guna menciptakan peluang usaha baru yang lebih berkelanjutan," katanya lagi.
Workshop ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari pelaku usaha kecil dan siswa SMK dari Jepara. Para peserta diberikan materi mengenai cara memulai usaha UKM skala rumahan, teknik pemasaran, serta praktik langsung pembuatan produk berbahan sawit dan limbah sawit.
Produk yang dibuat meliputi oleochemical dan oleofood, menunjukkan berbagai potensi sawit dalam industri kreatif dan kuliner.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Wakil Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Galuh Banowati, Kepala Divisi UKMK BPDP, Helmi Muhansah, Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Abdul Muid, serta Kepala KPPN Kudus, Herkwin.
Dalam sambutannya, Galuh Banowati menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung inovasi berbasis sawit serta kampanye edukasi terkait manfaatnya.
Sementara itu Herkwin dari KPPN Kudus juga menekankan pentingnya dukungan BPDP dan Politeknik LPP dalam memperkuat sektor UMKM lokal.
"Inovasi berbasis sawit dapat meningkatkan daya saing dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi," kata Herkwin.
Dengan adanya workshop ini, para peserta semakin memahami bahwa sawit tidak hanya digunakan sebagai minyak goreng, tetapi juga dapat menjadi bahan baku berbagai produk inovatif.
Diharapkan kegiatan ini dapat memantik semangat wirausaha di kalangan generasi muda dan UMKM lokal sehingga industri berbasis sawit semakin berkembang di masa depan.(TESTI PRISCILLA/R)









