BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan, menyoroti berbagai persoalan ekonomi perkotaan yang perlu segera direspons secara konkret oleh Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.
Menurutnya, tantangan ekonomi di wilayah perkotaan semakin kompleks, sehingga diperlukan langkah strategis dan terukur untuk menjaga kestabilan dan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lokal.
“Masalah ekonomi perkotaan seperti pengangguran, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan minimnya akses terhadap peluang usaha harus menjadi fokus utama pemerintah kota. Ini bukan hal sepele karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Yudhi, Selasa, 3 Juni 2025.
Ia menilai bahwa dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang, peran aktif pemerintah sangat dibutuhkan. Mulai dari penyusunan program pemberdayaan UMKM, penyediaan lapangan kerja, hingga penguatan sektor informal yang menjadi tumpuan ekonomi banyak warga.
“Pemerintah kota harus menjadi penggerak utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat. Dibutuhkan inovasi kebijakan, dukungan infrastruktur usaha, dan pendampingan yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku ekonomi,” tegasnya.
Yudhi juga menyoroti pentingnya keterlibatan stakeholder lintas sektor, termasuk dunia usaha dan lembaga keuangan, untuk menciptakan sinergi dalam membangun daya tahan ekonomi masyarakat kota.
“Pemko tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kemitraan dengan sektor swasta, akademisi, dan pelaku ekonomi agar program-program yang dijalankan benar-benar efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Lanjut Yudhi, pihaknya akan terus mendorong agar kebijakan pembangunan ekonomi perkotaan berpihak pada rakyat kecil, membuka ruang kerja yang luas, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara menyeluruh. (MARINI/j)









