BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Suwarno Muriyat mengajak seluruh pengurus dan anggota Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) jenjang SMP di daerah setempat, untuk mulai menerapkan manajemen adaptif dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah masing-masing.
“Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama dalam mengelola sekolah. Manajemen adaptif adalah kunci untuk menciptakan lembaga pendidikan yang tangguh, inovatif, dan responsif terhadap dinamika zaman,” kata Suwarno Muriyat di Kuala Kapuas, Selasa, 3 Juni 2025, setelah menghadiri MKKS jenjang SMP, di Aula SMP Negeri 2 Kecamatan Basarang.
Menurut dia, manajemen adaptif merupakan pendekatan yang sangat relevan di era perubahan cepat saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan pascapandemi dan era digital.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan kepemimpinan yang fleksibel, terbuka terhadap perubahan, serta mampu membangun kolaborasi yang kuat dengan semua pemangku kepentingan pendidikan, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat.
"Selain itu kami mendorong MKKS untuk menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kapasitas manajerial kepala sekolah melalui berbagi praktik baik, pelatihan, dan kolaborasi lintas sekolah," kata Suwarno.
Sementara dalam sesi diskusi interaktif yang menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, di antaranya perlunya penguatan digitalisasi sekolah, pembinaan budaya sekolah yang adaptif, serta peningkatan kompetensi kepala sekolah dalam bidang kepemimpinan transformasional.
Sebelumnya, Ketua MKKS Wayan Sindra melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi berbagai kebijakan Kemendikdasmen, pengelolaan E-Ijazah maupun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).









