PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Proses seleksi Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 berlangsung ketat dan penuh tantangan. Ketua Pelaksana, Ridzaty Almira Kartini, mengungkapkan bahwa para finalis telah melewati berbagai tahapan seleksi, mulai dari administrasi, pembekalan daring, seleksi kebahasaan, pembuatan konten digital, hingga wawancara.

“Dari 49 pendaftar, sebanyak 20 finalis berhasil melangkah ke tahap pembekalan luring, mewakili berbagai daerah di Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Murung Raya, Katingan, dan Kota Palangka Raya,“ kata Ridzaty dalam rilisnya pada Selasa, 3 Juni 2025.

Tahap pembekalan luring dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 26 hingga 28 Mei 2025, bertempat di Aula Parawei Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan ini, para finalis diberikan materi intensif mengenai kebahasaan dan literasi. Mereka juga mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI untuk mengukur kompetensi berbahasa mereka, serta menyampaikan presentasi krida, yang merupakan proyek kebahasaan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pelestarian bahasa dan budaya.

“Selain sesi akademik, para finalis juga menunjukkan kreativitas dan keunikan masing-masing melalui sesi unjuk bakat. Dalam tahap ini, mereka menampilkan berbagai keterampilan, mulai dari seni bertutur, musik, tari, hingga keterampilan berbicara di depan umum,“ tuturnya.

Ajang ini tidak hanya mengasah kemampuan individu, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri dan jiwa kepemimpinan mereka sebagai calon Duta Bahasa.

Dalam laporannya, Ridzaty Almira Kartini menyebutkan bahwa meskipun dihadapkan pada tantangan seperti penyesuaian anggaran dan waktu pelaksanaan, kegiatan ini tetap berjalan lancar dengan hasil yang membanggakan. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan komitmen kuat generasi muda Kalimantan Tengah dalam menjaga dan mengembangkan kebahasaan serta kebudayaan daerah.

“Hasil akhir seleksi menunjukkan enam finalis terbaik kategori putra dan putri yang terpilih berdasarkan akumulasi nilai selama proses pembinaan dan penilaian dewan juri,“ katanya lagi.

Selain itu, lanjut Ridzaty, finalis terfavorit juga dipilih berdasarkan respons publik di media sosial, melalui unggahan yang mendapatkan jumlah penyuka dan komentar terbanyak di akun Instagram @ikadubaskalteng.

Duta Bahasa yang terpilih diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menjalankan amanat Trigatra Bangun Bahasa, yaitu pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing. Mereka juga akan mewakili Kalimantan Tengah dalam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025, membawa semangat literasi dan kebahasaan ke tingkat yang lebih luas. Ajang ini semakin menegaskan bahwa bahasa adalah identitas bangsa yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. (TESTI PRISCILLA/j)