IDE Wakil Bupati Kapuas Muhajirin terasa pas dengan mau kita. Ia meminta agar setiap kantor SKPD atau sejenisnya, termasuk perusahaan swasta, memiliki tempat khusus untuk membaca. Atau, Pojok Baca!
Ide ini tergolong langka, meski sebenarnya sangat sederhana. Ia berharap, tempat khusus untuk membaca itu bisa menjadi wahana mencerdaskan masyarakat. Pojok Baca, diidamkan menjadi gerakan literasi, membangun semangat- budaya gemar membaca . Tujuannya: masyarakat menjadi pintar dan cerdas serta berpengetahuan luas.
Sekali lagi, ide ini tidak baru-baru amat. Tetapi karena hal ini dicetuskan oleh seorang pejabat di Kabupaten Kapuas, maka bisa dibilang ini merupakan ide yang bernas dan cerdas. Apalagi jika ide ini dilaksanakan, dan kita melihat di sudut-sudut ruangan setiap perkantoran ada ruang baca. Sungguh sesuatu yang baru dan bermakna!
Sebagaimana kita tahu, selama ini minat baca masyarakat kita masih sangat rendah. Pengunjung perpustakaan juga sangat minim. Bisa dilihat pula, berapa nilai belanja koran atau media cetak di kantor-kantor pemerintah. Bisa dilihat seberapa minat baca di sekolah-sekolah.
Sangat beruntung, saat ini ada lembaga-lembaga internasional yang tergerak membantu menambah koleksi buku, ada yang menyumbangkan berbagai kebutuhan komputer dan perangkat teknologi lainnya.
Pertanyaan kita sekarang, seberapa banyak buku-buku yang relevan dengan kebutuhan daerah. Baik kebutuhan dalam menambah ilmu pengetahuan di bidang pertanian yang cocok dengan daerah, tentang pengetahuan soal pertanian lahan gambut, kebudayan dan kesenian lokal, hukum adat dan sebagainya.
Karena kitapun tahu, apa yang selama ini terjadi, banyak yang ‘salah kaprah’. Sesuatu yang sebenarnya salah atau tidak tepat, tetapi dianggap benar. Termasuk dalam hal menyumbang buku-buku bacaan. Jangan sampai sumbangan buku-buku itu tidak ada relevansinya dengan kebutuhan atau kepentingan masyarakat lokal.
Kita seratus persen mendukung gagasan Wakil Bupati Kapuas ini. Yakni mewujudkan sebagian ruangan kantor sebagai pojok baca. Dan hal ini jangan berhenti sebagai himbauan atau harapan. Lanjutkanlah menjadi kenyataan.
Sudah pasti, hal ini sangat positif. Karena kita takut dan miris, sudut-sudut ruangan di kantor-kantor selama ini menjadi tempat yang paling menakutkan dan sekaligus menyedihkan. Mengapa? Lihatlah, kantor-kantor pemerintah secara diam-diam membiarkan ruangannya menjadi pojok rokok, bahkan pojok narkoba!








