BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah sukses menggelar Puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025, yang menghasilkan enam finalis terbaik dari kategori putra dan putri. Penentuan pemenang dilakukan berdasarkan akumulasi nilai dari berbagai tahap pembinaan dan penilaian dewan juri. Selain itu, satu finalis putra dan putri masing-masing terpilih sebagai Finalis Terfavorit, berdasarkan jumlah penyuka dan komentar terbanyak di unggahan akun Instagram @ikadubaskalteng.
Dalam kategori putra, I Made Juniar Ardika berhasil meraih gelar Terbaik I, disusul oleh Yeheskia sebagai Terbaik II dan Mohammad Zuhal Alifardani sebagai Terbaik III. Peringkat keempat hingga keenam ditempati oleh Michael Christian de Sylvanus, Gratsia Christopher, dan Fajar Alfitra Dennis Aditama. Sementara itu, predikat Finalis Terfavorit diberikan kepada Bobbitya Putra Wijaya, atas partisipasi aktifnya dalam berbagai kegiatan kebahasaan dan interaksi positif dengan masyarakat.
Di kategori putri, Avillia Yufensi Ngagalan dinobatkan sebagai Terbaik I, dengan Elsa Tysia dan Jessica Alexandra Roselia meraih posisi Terbaik II dan Terbaik III. Alicia Dhela Setiani, Elma Chaerani, dan Valentina Aguilera mengisi posisi keempat hingga keenam. Sementara itu, gelar Finalis Terfavorit jatuh kepada Melinda Septa Natalina, yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam mempromosikan literasi dan kebahasaan melalui media sosial.
“Para Duta Bahasa yang terpilih diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menjalankan amanat Trigatra Bangun Bahasa, yaitu pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing,“ kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau dalam rilisnya pada Selasa, 3 Juni 2025.
Selain sebagai mitra Balai Bahasa, mereka memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebahasaan dan kebudayaan daerah.
--page
Sebagai langkah lanjutan, Duta Bahasa Terbaik I Putra dan Putri akan mewakili Kalimantan Tengah dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2025. Mereka akan membawa misi kebahasaan ke tingkat nasional dengan berbagai aksi nyata, termasuk Krida Duta Bahasa, yang menjadi salah satu elemen penting dalam upaya mereka mengukir prestasi lebih tinggi.
Tema “Duta Bahasa Berkontribusi untuk Negeri” tidak hanya menjadi semboyan, tetapi juga menggambarkan komitmen para Duta Bahasa untuk berperan aktif dalam menjaga eksistensi bahasa dan budaya di era globalisasi.
“Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, para Duta Bahasa diharapkan mampu memperkuat literasi masyarakat dan membangun karakter generasi muda yang semakin peduli terhadap kebahasaan,“ jelasnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









