PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Emiten industri hilirisasi kelapa sawit, PT Citra Borneo Utama Tbk atau CBUT, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 41,21 miliar sepanjang kuartal I-2025.

Angka ini mencerminkan kenaikan 28,86 persen secara tahunan atau YoY. Kinerja positif CBUT didorong oleh beberapa faktor utama yang meningkatkan pendapatan perusahaan.

"Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga jual produk turunan Crude Palm Oil atau CPO seperti Oilen, yang naik sekitar 20 persen," kata Direktur Utama Citra Borneo Utama, Rorry Christian Tobing dalam Squawk Box, CNBC Indonesia pada Selasa, 3 Juni 2025.

Selain itu, volume ekspor perusahaan juga mengalami peningkatan signifikan dari 113 ribu metrik ton menjadi 132 ribu metrik ton. Efisiensi produksi yang diterapkan juga berkontribusi terhadap pertumbuhan laba bersih CBUT.

Di sisi lain, peningkatan utilisasi pabrik refinery turut menopang kenaikan produksi perusahaan. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga memberikan dampak terhadap pendapatan CBUT, mengingat sebagian besar transaksi ekspor perusahaan dilakukan dengan mata uang dolar.

"Menghadapi tahun 2025, CBUT memiliki strategi ekspansi yang ambisius, termasuk optimalisasi produksi produk hilir kelapa sawit seperti RBDPO, PFAD, Stearin, CPKO, dan PKE. Perusahaan berencana meningkatkan kapasitas produksinya agar dapat memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang," tutur Rorry lagi.

Selain itu, CBUT sedang mempersiapkan ekspansi pabrik refinery kedua serta penyelesaian pembangunan pabrik minyak goreng kemasan.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar perusahaan, terutama di kawasan Indonesia Timur, yang memiliki potensi besar untuk pertumbuhan industri minyak kelapa sawit.(TESTI PRISCILLA/R)