PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mengungkapkan bahwa deflasi 0,53 persen secara m-to-m pada Mei 2025 dipengaruhi oleh faktor musiman, khususnya pasokan melimpah pada masa panen sejumlah komoditas.

Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti menyebutkan bahwa komoditas penyumbang deflasi terbesar adalah cabai rawit dan bawang merah yang mengalami penurunan harga signifikan.

“Cabai Rawit mengalami penurunan seiring dengan melimpahnya pasokan di musim panen, baik dari lokal maupun luar daerah (Jawa dan Banjarmasin),” ujar Agnes di Palangka Raya, baru baru ini.

Ia menambahkan bahwa bawang merah juga turun harga karena panen raya di daerah penghasil utama seperti Brebes dan Bima.

Secara spasial, seluruh kabupaten/kota IHK di Kalteng mengalami deflasi, dengan Kapuas mencatat deflasi terdalam sebesar 1,43 persen.

Namun, terdapat inflasi dari komoditas seperti tomat, pulsa ponsel, dan emas perhiasan yang masing-masing menyumbang 0,02 persen terhadap laju inflasi. (HERMAWAN DP/j)