BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan penanggulangan Tuberkulosis (TBC), Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Petugas TBC dalam penggunaan Aplikasi SMILE (Sistem Monitoring Informasi Logistik Elektronik). Kegiatan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 2 hingga 3 Juni 2025, di Hotel Fovere Kuala Kapuas.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, M.M., yang sekaligus memberikan arahan penting kepada peserta.
Dalam sambutannya, dr. Tonun menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk memperkuat sistem logistik kesehatan, terutama dalam program pengendalian TBC.
“Akurasi data logistik sangat penting dalam menjamin ketersediaan obat dan alat kesehatan. Aplikasi SMILE hadir sebagai solusi digital untuk mendukung pengelolaan logistik yang cepat, tepat, dan efisien,” tegasnya.
Aplikasi SMILE merupakan inovasi digital nasional yang mendukung pengelolaan rantai pasok dan rantai dingin secara real-time di fasilitas pelayanan kesehatan. Aplikasi ini sangat relevan dalam mempercepat respons terhadap kebutuhan obat TBC di lapangan.
Pelatihan ini diikuti pengelola obat dari Puskesmas, petugas dari rumah sakit, petugas dari Instalasi Farmasi Kabupaten, pengelola program TBC Puskesmas, serta tim Penanggulangan Penyakit Menular dari Dinkes Kapuas.
Sebagai narasumber utama, hadir Ibu Noor Hidayati Olpah, SKM dari SMILE Indonesia–UNDP (United Nations Development Programme), yang memberikan materi langsung mengenai teknis penggunaan aplikasi dan strategi optimalisasi logistik program TBC.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Dinas Kesehatan berharap implementasi Aplikasi SMILE dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan program TBC, mempercepat distribusi logistik, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis data dan teknologi di Kabupaten Kapuas.









