PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Salah satu penyumbang utama inflasi di Kota Palangka Raya pada Mei 2025 adalah kenaikan tarif pulsa telepon seluler. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Yuliansah Andrias mengungkapkan hal itu dalam laporan rutin pemantauan inflasi daerah yang dilakukan oleh BI Kalteng.

Menurut Yuliansah, komoditas pulsa mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan dan memberikan andil terhadap laju inflasi bulanan. 

Selain pulsa, beberapa komoditas lain yang turut menyumbang inflasi antara lain ikan gabus dan kue kering berminyak.

“Kenaikan tarif pulsa menjadi perhatian karena saat ini penggunaan layanan digital semakin meningkat. Kenaikan ini berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga,” ujar Yuliansah, Rabu, 4 Juni 2025.

Ia menambahkan, faktor penyebab naiknya tarif pulsa antara lain penyesuaian harga oleh operator dan meningkatnya permintaan penggunaan data di tengah masyarakat.

Bank Indonesia Kalteng terus berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memantau dan mengendalikan harga-harga komoditas strategis. 

"Langkah antisipatif dan sinergi lintas sektor dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga, terlebih menjelang semester kedua 2025 yang biasanya diiringi dengan berbagai kegiatan konsumsi masyarakat," tambahnya.

Yuliansah juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam penggunaan pulsa dan layanan data, serta memanfaatkan alternatif layanan komunikasi yang lebih hemat biaya. (MARINI/j)