PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan apresiasi terhadap laporan dan analisis Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai perkembangan harga di daerah tersebut.

Menurut Yuas, data BPS menunjukkan bahwa Kalteng mengalami deflasi 0,53 persen secara m-to-m dan inflasi hanya 0,46 persen secara y-on-y, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional.

“Ini menunjukkan bahwa secara umum, kondisi harga di Kalteng relatif terkendali, bahkan lebih stabil dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 1,6 persen (y-on-y),” ujar Yuas Elko di Palangka Raya, baru baru ini.

Berdasarkan pemaparan Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti, inflasi year to date Kalteng tercatat 0,76 persen dan seluruh daerah IHK mengalami deflasi pada bulan Mei 2025.

Komoditas seperti cabai rawit dan bawang merah menjadi penyumbang utama deflasi karena pasokan melimpah selama musim panen.

Sementara inflasi tercatat berasal dari komoditas tomat, pulsa ponsel, dan emas perhiasan, meskipun andilnya relatif kecil. (HERMAWAN DP/j)