BORNEONEWS, Palangka Raya - Inflasi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Mei 2025 masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, salah satunya adalah kenaikan harga emas di pasar global.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, dalam laporan bulanan pemantauan inflasi.
“Faktor pendorong utama inflasi bulan Mei 2025 di Kalimantan Tengah masih didominasi oleh kenaikan harga emas global. Dampaknya langsung terasa pada harga perhiasan emas di pasar lokal,” ujar Yuliansah, Rabu, 4 Juni 2025.
Kenaikan harga emas dunia tersebut dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, serta meningkatnya permintaan sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Seiring hal itu, permintaan emas di dalam negeri juga tetap tinggi, terutama menjelang momen-momen penting seperti pernikahan dan perayaan keagamaan.
Menurut BI, komoditas emas masuk dalam kelompok barang yang mempengaruhi indeks harga konsumen (IHK), dan memiliki bobot cukup besar terhadap inflasi.
Yuliansah menegaskan bahwa BI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan langkah-langkah pengendalian melalui pemantauan harga, koordinasi antarinstansi, dan penyediaan informasi harga secara transparan kepada masyarakat.
"Masyarakat harus bijak dalam melakukan konsumsi dan investasi agar tidak terlalu terdampak oleh gejolak harga yang bersifat global maupun musiman," pungkasnya. (MARINI/j)









