PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Citra Borneo Utama Tbk atau CBUT semakin agresif dalam memperkuat posisinya di industri hilirisasi kelapa sawit dengan strategi ekspansi yang ambisius di tahun 2025. Perusahaan menargetkan peningkatan produksi serta diversifikasi produk hilir untuk memperkuat daya saingnya di pasar domestik maupun ekspor.

Direktur Utama CBUT, Rorry Christian Tobing, mengungkapkan bahwa kenaikan harga produk turunan CPO seperti Oilen yang mencapai 20 persen menjadi salah satu pendorong utama keberhasilan perusahaan.

"Selain itu, peningkatan volume ekspor dari 113 ribu metrik ton menjadi 132 ribu metrik ton menjadi bukti bahwa permintaan pasar terhadap produk CBUT terus meningkat," kata Rorry dalam Squawk Box, CNBC Indonesia pada Selasa, 3 Juni 2025.

Selain mengandalkan peningkatan ekspor dan efisiensi produksi, CBUT juga berupaya meningkatkan utilisasi pabrik refinery guna memperbesar kapasitas produksi. Namun, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tetap menjadi tantangan yang harus diantisipasi dengan strategi yang matang.

"Menghadapi tantangan tersebut, CBUT berencana untuk lebih mengoptimalkan produksi produk hilir kelapa sawit, termasuk RBDPO, PFAD, Stearin, CPKO, PKE, dan Oilen. Diversifikasi produk ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah serta memberikan stabilitas pendapatan bagi perusahaan," tuturnya.

--page

Sebagai bagian dari strategi ekspansi, CBUT tengah mempersiapkan pembangunan pabrik refinery kedua. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, perusahaan berharap dapat memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri hilirisasi kelapa sawit. Selain itu, penyelesaian pabrik minyak goreng kemasan juga menjadi fokus utama CBUT untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

"Langkah ekspansi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap industri kelapa sawit nasional serta meningkatkan kontribusi CBUT dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)