BORNEONEWS, Sampit - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menghentikan truk crude palm oil (CPO) yang melebihi kapasitas dan memantau langsung proyek Jalan Lingkar Selatan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu, 4 Juni 2025, pukul 19.35 WIB.
Dirinya didampingi Bupati Kotim Halikinnor menghentikan serta menahan truk CPO dengan tonase 16 ton di Jalan Lingkar Selatan.
Agustiar memberikan edukasi kepada sopir agar truk tidak melebihi tonase 10 ton. Sebab kerap kali jalan rusak karena kendaraan over dimension over loading (ODOL) baik di jalan provinsi maupun jalan kabupaten. Akibatnya pemerintah harus terus menggelontorkan anggaran untuk perbaikan jalan, padahal anggaran tersebut dapat dialihkan ke sektor lain yang lebih membutuhkan seperti pendidikan dan kesehatan.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, kunjungan Gubernur Agustiar Sabran sekaligus melakukan pengecekan terhadap proyek Jalan Lingkar Selatan. Gubernur mengukur panjang, lebar, dan ketebalan cor beton untuk memastikan pekerjaan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).
"Gubernur dalam rangka kunjungan kerja ke Pangkalan Bun mampir ke Sampit. Beliau mengingatkan petugasnya (yang mengerjakan Jalan Lingkar Selatan) agar bekerja sesuai RAB atau spesifikasi," ujar Halikinnor.
Lanjutnya, Gubernur menghentikan satu truk bermuatan CPO yang melebihi tonase sebab muatan untuk jalan provinsi mampun kabupaten 8 ton hingga batas toleransi 10 ton. Sehingga truk tersebut diperintahkan untuk ditahan hingga pemiliknya mengambilnya.
Halikinnor mengatakan, saat itu Gubernur menyampaikan bahwa ada sanksi hukum berlakukan kepada perusahaan yang melanggar peraturan kapasitas muatan mengacu pada Perda Nomor 12 Tahun 2012.
"Karena kalau tidak dihentikan, otomatis kita terus memperbaiki jalan saja. Sementara banyak kebutuhan lain anggaran yang diperlukan di sektor pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya. Termasuk Kita harapkan ke depan KSOP bersama Pelindo dan Dinas Perhubungan Kotim saya minta secara bertahap memindah Pelabuhan barang ke Bagendang supaya jalan di kota tidak rusak lagi," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









