BORNEONEWS, Kotawaringin Timur - Rendahnya tingkat partisipasi pemilih di Bumi Habaring Hurung dalam moment pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015, menjadi bahan evaluasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotawaringin Timur. KPU Kotim akan berusaha meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019.

“Kami melaksanakan peningkatan partisipasi pemilih dalam peningkatan partisipasi pemilih, baik pemilih pemula, remaja, mahasiswa maupun orangtua,” kata Ketua KPU Kotim, Sahlin, di Sampit, Selasa (18/10/2016), saat memaparkan evaluasi partisipasi pemilih Kotim di hadapan awak media. 

Dari data KPU Kotim, tingkat partisipasi pemilih di Kotawaringin Timur masih sangat rendah dalam pemilihan DPR RI hingga terakhir pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah. Pada pemilihan DPR RI, partisipasi pemilih 64,14%. Pemilihan anggota DPD RI mencapai 63,80%, DPRD Provinsi Kalteng 64,16%, DPRD Kabupaten mencapai 60,06%. Sedangkan pemilihan bupati dan wakil bupati hanya 52,45%, serta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng hanya 47,06%.

Meski momentum pemilihan umum masih lama yakni pada 2019. Sesuai dengan peraturan dan rencana kerja, selain melaksanakan kegiatan rutin, KPU Kotim juga melakukan pemutakhiran pemilih berkelanjutan secara rutin.

“Pemutahiran pemilih berkelanjutan ini, kami akan berkoneksi dengan Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) untuk pantau pemilih kita,” kata Sahlin.

Selain itu, KPU juga menjadwalkan pada Nopember dan Desember memberikan pendidikan politik kepada para pemilih. Hal ini akan dilakukan berkelanjutan hingga mendekati pemilihan umum pada 2019 mendatang.

“Pemutakhiran data dan pendidikan pemilih terus kita lakukan. Soalnya, pada pemilu lalu Kotim ini masuk lima besar tingkat partisipasi pemilih pilkada serentak tahap pertama 2015 yang terendah. Makanya kami rutin melakukan pendidikan politik untuk meningkatkan partispasi pemilih ini,” ujar Sahlin dihadapan awak media yang hadir saat acara media gathering. (RAFIUDIN/N).