BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya tengah berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai masih rendah dibandingkan daerah lain di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Wali Kota Palangka Raya melalui Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengakui rendahnya PAD disebabkan minimnya potensi sumber daya alam (SDA) di wilayah perkotaan. “PAD kita memang masih relatif rendah,” ujar Achmad Zaini, Kamis, 5 Juni 2025.
Ia menjelaskan bahwa berbeda dengan daerah lain yang dapat mengandalkan sektor perkebunan atau pertambangan, Palangka Raya nyaris tidak memiliki potensi SDA tersebut di wilayah perkotaan.
Oleh karena itu Pemerintah Kota Palangka Raya akan lebih fokus pada pengembangan sektor jasa. Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah meninjau ulang potensi pendapatan dari kawasan berkembang.
"Pemerintah Kota melakukan evaluasi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di titik-titik strategis, khususnya pada permukiman dan ruas jalan yang mengalami pertumbuhan cepat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pajak daerah," jelasnya
Selain itu, Pemerintah Kota Palangka Raya juga berkomitmen untuk mengembangkan iklim investasi yang sehat di sektor jasa.
Hal ini akan dilakukan melalui penyusunan regulasi yang pro-pelayanan publik dan mendorong kemudahan berusaha bagi investor. Diharapkan langkah ini dapat menarik lebih banyak investasi dan meningkatkan pendapatan daerah.
Dengan adanya update NJOP dan penguatan layanan sektor jasa, Pemerintah Kota Palangka Raya optimistis PAD dapat tumbuh secara bertahap.
Upaya ini merupakan langkah penting menuju kemandirian fiskal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Palangka Raya.
"Pemerintah Kota Palangka Raya berharap upaya peningkatan PAD ini dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang signifikan dalam jangka waktu yang relatif singkat," pungkasnya. (PATHUR/R)









