BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya mewujudkan keadilan pendidikan bagi seluruh warganya.
Hal ini diwujudkan melalui berbagai program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palangka Raya 2025-2029, dengan fokus utama pada pemerataan akses pendidikan.
Salah satu program unggulan adalah penguatan pendidikan inklusif. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) menyelenggarakan pelatihan vokasional khusus bagi guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK). Ratusan guru dari jenjang PAUD hingga SMP telah mengikuti pelatihan selama empat bulan.
Sekretaris Disdik, Aprae Vico Ranan menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru dengan kapasitas optimal dalam membimbing ABK agar mampu berkembang secara mandiri dan percaya diri.
"Disdik berperan sebagai fasilitator, sementara UMPR sebagai pelaksana teknis pelatihan, pelatihan ini juga merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka di Palangka Raya" katanya, Kamis 5 Juni 2025.
Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pembelajaran yang inklusif dan berpusat pada peserta didik, termasuk ABK.
Selain pendidikan inklusif, Pemkot Palangka Raya juga berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan hingga ke wilayah pinggiran kota dan daerah dengan kepadatan penduduk tinggi.
Penambahan ruang kelas baru dan pendistribusian satuan pendidikan negeri menjadi prioritas utama.
Vico Ranan menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Palangka Raya yang tertinggal dalam pendidikan. Pemkot berkomitmen untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan dasar dan menengah tanpa hambatan.
"Dengan potensi yang dimiliki, Palangka Raya bercita-cita menjadi pusat pertumbuhan pendidikan di Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/R)









