SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya untuk mengurangi sampah plastik dan mendorong gaya hidup ramah lingkungan di tengah krisis iklim yang terus mengancam bumi.

Dengan mengangkat tema ending plastic pollution, Wakil Bupati Kotim Irawati menyampaikan, peringatan ini menjadi momen penting untuk merenungkan kembali hubungan manusia dengan alam serta langkah konkret yang harus dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita sedang menghadapi tiga krisis global, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran. Salah satu wujud nyata dari krisis ini adalah darurat sampah, terutama sampah plastik yang mencemari daratan dan lautan,” kata Irawati, Kamis, 5 Juni 2025.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, Indonesia masih menghasilkan 22,17 juta ton sampah yang mencemari lingkungan.

Sampah plastik menjadi penyumbang terbesar kedua, dengan jumlah mencapai 10,8 juta ton pada 2023, dan diperkirakan bisa mencapai 50 persen dari total sampah pada tahun 2050 jika tidak ada upaya luar biasa untuk mengatasinya.

“Kita tidak bisa lagi business as usual. Jika tidak ada perubahan, seluruh TPA akan penuh dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Irawati.

Ia juga mengajak generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha, untuk menjadi bagian dari solusi dengan menerapkan gaya hidup minim plastik, serta menjadi pelopor dalam inovasi, penelitian, dan wirausaha ramah lingkungan.

“Kalian bukan generasi penonton, tapi generasi pelaku perubahan. Mari bangun budaya sadar lingkungan dan perilaku minim sampah,” tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Marjuki menjelaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup dilaksanakan dengan kegiatan kerja bakti di enam titik lokasi, melibatkan sekolah, perguruan tinggi, RT, RW, dan komunitas masyarakat.

“Kami punya tekad besar untuk mengurangi sampah plastik, terutama di pusat-pusat perbelanjaan. Ke depan, masyarakat diimbau membawa tas belanja sendiri agar penggunaan kantong plastik bisa dihentikan,” ujar Marjuki.

Ia menambahkan, aksi bersih-bersih tidak hanya dilaksanakan hari ini, tapi akan menjadi agenda rutin bulanan sebagai upaya nyata Pemkab Kotim dalam menjaga kebersihan dan mengurangi pencemaran plastik di lingkungan sekitar. (DEWI PATMALASARI/R)